Text
Analisa Industri Penguoahan Indonesia
Ada dua isu terkait industri yang INDONESIA menjadi masukan bagi industri di
akhir-akhir ini dibahas media bisa Indonesia. Pertama, ancaman relokasi beberapa pabrik manufaktur dari Indonesia ke negara ASEAN lain seperti Vietnam dan Thailand. Ini karena manufaktur tersebut menilai tidak adanya jaminan dan kepastian hukum dari Pemerintah Indonesia. Isu relokasi industri dari Indonesia ke negara tetangga sudah pernah terjadi sebelumnya, yaitu di awal tahun 2000an perusahaan consumer goods P&G menutup pabriknya di Indonesia lalu menggiatkan pabrik di Thailand untuk memenuhi penjualan di Indonesia. Ada juga pernyataan dari petinggi Toyota yang awalnya merencanakan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi utama di Asia Tenggara, tapi karena dianggap kurang memberi jaminan hukum maka basis produksi utama Toyota pindah ke Thailand. Meskipun dalam setahun terakhir ini ada rencana Toyota meningkatkan jumlah produksi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tadi biasanya tidak menutup sama sekali hubungan dengan Indonesia. Mereka memanfaatkan bahan mentah dari Indonesia, kemudian produksi barang jadi dilaksanakan di luar Indonesia, dan barang jadinya dijual kembali di Indonesia dengan rentang profit yang besar.
Isu kedua, rencana Korea Selatan menutup beberapa reaktor nuklirnya dengan alasan sertifikasi keamanan beberapa reaktor nuklirnya palsu. Alasan lain karena dianggap berisiko tinggi setelah adanya bencana tsunami di Fukushima, Jepang beberapa bulan sebelumnya. Di belahan dunia lain, Jerman sudah menjalankan rencana untuk menutup semua reaktor nuklirnya secara bertahap sampai dengan pertengahan 2020. Jerman memiliki inisiatif untuk mencari sumber pasokan energi lain yang ramah lingkungan. Sementara Korea Selatan lebih bersikap responsif yaitu mengambil langkah menutup reaktor nuklir karena pengalaman dari Jepang dan bukan karena kesadaran mencari sumber energi ramah lingkungan.
Tidak tersedia versi lain