Text
Pengelolaan Karakter Mahasiswa berbasis Multi Intelegensi: Studi Kasus Pada Mahasiswa AMIK "NURMAL" Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah
Berbagai macam karakter yang telah dibentuk selama perkuliahan dalam kampus maupun luar kampus serta berbagai fasilitas yang telah disediakan tenaga pengajar yang memadai namun tidak lepas dari berbagai macam kendala yang muncul. Permasalahan yang sering timbul di kalangan alumni AMIK Nurmal Luwuk Banggai yang sudah bekerja pada Dunia Usaha dan Dunia Industri adalah (1) meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, (2) penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk serta menutup diri, (3) pembunuhan mental dan karakter dalam aktifitas keseharian, (4) meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas, (5) semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk, (6) menurunnya etos kerja dan manajemen diri, (7) rendahnya rasa tanggung jawab individu dan menurunnya professional dalam diri, (8) membudayanya ketidakjujuran dan kecurangan, dan (9) adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesama.
Melihat perkembangan pendidikan yang sangat begitu pesat dan semakin dibutuhkan di era sekarang, maka diperlukan arah yang jelas melalui pedoman visi dan misi serta ketentuan pemerintah. Dengan mengacu pada visi dan misi yang jelas tersebut di atas serta ketentuan Pemerintah dalam hal pengelolaan perguruan tinggi, maka untuk terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja level dalam SKKNI untuk Diploma Tiga di kawasan Sulawesi bagian Timur semenjak angkatan pertama sampai dengan saat ini telah banyak diisi oleh alumni-alumni AMIK Nurmal Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. AMIK Nurmal memiliki keunikan tersendiri yang tidak sama dengan perguruan tinggi lain yaitu pada saat mahasiswa berada pada semester tiga, telah diwajibkan mahasiswa AMIK Nurmal Luwuk Banggai telah memiliki pekerjaan sampingan atau berusaha mandiri, sehingga mereka melaksanakan kegiatan perkuliahan sambil bekerja.
Penyelenggaraan pendidikan vokasi yang dilakukan AMIK Nurmal Luwuk Banggai mencerminkan sesuatu strategi manajemen pendidikan berbasis konteks (context). Konteks dalam artian ini sekurang-kurangnya mengacu pada kebutuhan masyarakat setempat (local) dan pola penyelenggaraan pembelajaran yang dilakukan di kelas dan di lapangan, yang ditopang oleh pola rekrutmen, proses belajar mengajar, pembiayaan latihan, penyaluran kerja dan pembinaan pengembangan alumni yang seluruhnya didedikasikan untuk menjamin penyalenggaraan pendidikan yang berbasis konteks tersebut. Fenomena penyelenggaraan pendidikan pada AMIK Nurmal Luwuk Banggai yang menggunakan strategi manajemen pendidikan berbasis konteks ini cukup unik (dibandingkan dengan penyelenggaraan pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan tinggi lain) sehingga layak atau memenuhi unsur keunikan suatu penelitian ilmiah, khususnya penelitian kebijakan manajemen (policy management research). Seperti lembaga pendidikan tinggi lainnya, AMIK Nurmal Luwuk Banggai dalam menyelenggarakan proses perkuliahan juga mengacu pada kebijakan pendidikan tinggi yang berlaku di Indonesia, khususnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 12 tahun 2012 tantang Pendidikan Pendidikan Tinggi. Namun dalam penyelenggaraannya tidak seluruhnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan penyelenggaraan pendidikan tinggi, baik yang terkait dengan orientasi penyelenggaraan, pola rekrutmen peserta, proses belajar-mengajar, keluaran (output), penyaluran para alumni, pembiayaan, maupun pembinaan pengembangan alumni. Dalam beberapa aspek ini, AMIK Nurmal Luwuk Banggai memiliki kebijakan yang unik (mahasiswa semester 3, diberlakukan peraturan kuliah sambil bekerja) dan dari keunikannya tersebut AMIK Nurmal Luwuk Banggai tumbuh dengan pesat.
Tidak tersedia versi lain