Buku
Bunga Rampai Potret Penegakan Etika dan Hukum di Masa Pandemi
Ungkapan fiat justitia ruat caelum (hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit akan runtuh) atau fiat justitia et pereat mundus (hendaklah keadilan ditegakkan walaupun dunia harus binasa) menegaskan bahwa dalam kondisi segawat apapun, hukum itu harus tetap ditegakkan, tidak tergoyahkan. Namun belakangan ini dunia peradilan mengalami double challenges, di satu sisi dihadapkan pada pandemi COVID-19 dengan berbagai implikasinya dan dalam waktu bersamaan dihadapkan kepada kepercayaan publik (trust public) yang sebelumnya memang masih relatif rendah.
Kumpulan pemikiran para pakar tentang potret penegakan hukum dan peradilan di masa pandemic disatukan dalam bentuk Bunga Rampai terbitan. Komisi Yudisial yang diberi judul Potret Penegakan Hukum dan Peradilan di Masa Pandemi. Di dalam buku ini membahas optimalisasi peran Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung di masa pandemi. Selain itu juga dibahas problematika hukum dan peradilan di masa panderni dalam sistem peradilan pidana, peradilan tata usaha negara, dan penegakan hukum persaingan usaha. Pandemi COVID-19 ini memang sebagai krisis yang tidak terduga. Oleh karena itu diperlukan kesiapan untuk menjawab tantangan, respons, dan pembelajaran di masa mendatang. Buku ini juga memberikan perspektif bagaimana posisi sentral hakim dalam mendorong kebijakan pemidanaan non-pemenjaraan (non-imprisonment) dan konstruksi media dari ruang pengadilan. Berbagai perspektif tersebut diharapkan dapat memperkaya lapangan hukum dan peradilan dalam mengatasi berbagai problema di masa pandemi.
Kehadiran buku Bunga Rampai ini menjawab kebutuhan pembaca tentang potret penegakan huk um dan peradilan di masa pandemi. Buku ini layak dimiliki dan dibaca oleh siapa pun: aparat penegak hukum, akademisi, praktisi, masyarakat sipil, serta kalangan mahasiswa yang tertarik dengan isu-isu hukum dan peradilan.
Tidak tersedia versi lain